Showing posts with label New Testament Sermon Outline. Show all posts
Showing posts with label New Testament Sermon Outline. Show all posts

Monday, March 28, 2011

PENJALA MANUSIA

Markus 1:16-20

Waktu itu hari masih pagi.  Beberapa orang ada di pantai.  Di sekitar tempat itu hanya ada beberapa orang yang sedang membereskan perahu mereka sesudah melewati malam untuk mencari ikan di danau Galilea.  Di satu perahu, dua orang bersaudara sedang mencoba melemparkan jala mereka sambil berharap untuk mendapatkan ikan.  Sementara itu di dekat mereka ada dua orang bersaudara yang berasal dari keluarga yang lain, sedang memperbaiki jala mereka.  Rupanya mereka sedang mempersiapkan jala untuk tangkapan esok hari yang lebih baik.

Segala sesuatu berjalan seperti biasa dan semua laki-laki itu berharap untuk segera membawa hasil tangkapan mereka ke pasar dan pulang untuk beristirahat.  Namun, sesudah mereka menyelesaikan kegiatan mereka pagi itu, segala sesuatu mendadak berubah.  Seorang pria berjalan melintasi mereka dan memanggil mereka untuk mengikuti Dia.  Saat pria itu melakukannya, keempat laki-laki itu segera meninggalkan perahu dan jala mereka lalu pergi mengikuti laki-laki itu untuk menjadi murid-Nya.

Panggilan-Nya kepada mereka adalah sederhana,"Mari, ikutlah Aku!  Dan Aku akan mrnjadikanmu penjala manusia."  Bagaimanapun, panggilan ini ternyata telah mengubah kehidupan keempat pria Galilea itu selamanya!   Yesus sungguh-sungguh memanggil keempat pria ini, orang-orang Galilea yang sederhana dan mengubah kehidupan mereka dari penjala ikan menjadi penjala manusia yang hebat.

Ayat ini menarik karena kita percaya bahwa Yesus juga ingin melakukan hal yang sama dalam kehidupan kita, sebagaimana Ia melakukannya dalam kehidupan keempat pria tersebut.  Ia ingin membawa kita sebagaimana adanya kita, dengan segala kesalahan, kegagalan, bagian-bagian yang tidak sempurna yang kita miliki dan ingin mengubah kita menjadi penjala manusia.  Ayat ini menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

A. KITA HARUS MENGIKUTI PRIBADI YANG TEPAT
     Mengikut berarti menjalani langkah demi langkah tepat dibelakang orang yang kita ikuti.  Mengikut Yesus berarti melekat pada Yesus, meneladani kehidupan-Nya.  Menapaki jalan sebagaimana Yesus menapakinya.  Yesus menghargai setiap orang.  Semua orang sama berharga di mata-Nya, maka demikianlah kita harus memandang setiap orang di sekitar kita.

B. KITA HARUS MEMILIKI PERSIAPAN YANG TEPAT
     Yesus berkata,"Kamu akan Kujadikan penjala manusia."  Kalimat ini memiliki bentuk future tense.  Artinya bahwa perlu waktu untuk mempersiapkan seseorang menjadi seorang penjala manusia.
Sebagai nelayan, keempat pria tersebut perlu memperbaiki dan mempersiapkan jala untuk menangkap ikan.
Sebagai penjala manusia, ada hal-hal yang juga perlu dipersiapkan:
1. Keyakinan akan keselamat kita. 
2. Tahu cara mengkomunikasikan bagaimana Allah menyelamatkan kita.  Alat kesaksian terbaik adalah     kisah sederhana tentang bagaimana Allah menyelamatkan dan mengubah kita.
3. Teruslah berdoa untuk kesempatan dan kekuatan agar kita bisa bersaksi.

C. KITA HARUS MENJALA DI TEMPAT YANG TEPAT
    Seorang nelayan tidak akan sembarangan menebarkan jala sehingga ia bisa mendapatkan hasil.  Tempat yang tepat bagi penjala manusia ialah dunia.  Dunia dimana kita tinggal, dimana kita bekerja, dimana kita berelasi. Dunia dimana kita ada.

D. KITA HARUS MELAKUKAN PROSES YANG BENAR
  Sebagaimana seorang nelayan sellau menantikan waktu yang tepat untuk dia keluar menangkap ikan.  Maka sebagai penjala manusia, haruslah jeli melihat setiap kesempatan.  "Daily life is an oppotunity."

Happy fishing.

Wednesday, March 23, 2011

Menjadi Pengikut Kristus yang Setia

Kotbah Kebaktian Umum
GKKK Ambon

Hari/Tanggal : Minggu, 11 Juli 2010
Tema                : Menjadi Pengikut Kristus yang Setia
Nats Alkitab :    2Timotius 2:1-6
Tujuan          :
  1. Jemaat memahami makna menjadi pengikut Kristus yang setia
  2. Jemaat memahami cara menjadi pengikut Kristus yang setia
  3. Jemaat memiliki kerinduan dan berusaha untuk menjadi pengikut Kristus yang setia.


2 Timotius 2:1-6
1) Sebab itu hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 
2) Apa yang telah engkau dengar daripadaku didepan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 
3) Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 
4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 
5) Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
6) Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 

Hook
Banyak orang ingin menjadi pengikut orang-orang yang terkenal.  Karena ingin nebeng atau ikut-ikutan tenar.  Biasanya mereka akan mengikuti apa saja yang dilakukan oleh orang-orang yang mereka kagumi. Ataupun mereka akan mengenakan atribut dari orang-orang yang mereka kagumi.
Misalnya:
Michael Jackson
Barack Obama
Kesebelasan Sepak Bola (Belanda, Jerman)

Ketika kita mencoba mengikuti sesuatu atau seseorang kita berusaha untuk mengikuti salah satu kebiasaan atau mengenakan sesuatu yang menjadi ciri khas dari yang kita kagumi.  Mengapa demikian karena kita ingin mengidentifikasikan diri kita dengan sesuatu yang kita kagumi itu.  Semakin mirip maka akan semakin bangga.  Semakin orang mengenali kita semakin mirip dengan yang kita kagumi, maka kita pun semakin bangga pula.

Namun biasanya yang model yang seperti ini tidak akan tahan lama.  Begitu yang dikagumi itu mengecewakan hatinya maka ia akan meninggalkan dan mencoba mencari idola yang lain.  Ini bukanlah pengikut yang sebenarnya.  Ini adalah“ikut-ikutan.“  Tidak tahan lama.  Gampang berpaling begitu ada sesuatu yang tidak kita sukai dilakukan oleh orang atau group yang kita kagumi.

Bagaimana ketika kita berbicara tentang menjadi pengikut Kristus.   Jika kita mengatakan kita adalah pengikut Kristus, adakah sesuatu yang bisa kita lakukan untuk menjadi semakin mirip Dia?  Apakah yang bisa kita lakukan untuk menyatakan dukungan kita kepada Kristus yang kita ikuti.  Apakah yang ada dalam diri kita yang menyerupai Kristus sehingga kita dapat menyebut diri kita adalah pengikut Kristus?


Book
Hal yang pertama yang dilakukan oleh pengikut Kristus adalah: ia akan memuridkan orang lain.  Iman yang telah ia miliki tidak akan ia simpan sendiri melainkan ia akan mengajarkannya kepada orang lain.  Bahkan bukan hanya mengajarkannya, ia akan dengan tekun membimbing orang lain, sehingga orang lain sanggup memuridkan orang lain pula.  Inilah metode yang Kristus lakukan saat ia berada di dunia ini.  Kita tidak akan pernah bisa membawa seluruh dunia kepada Kristus.  Namun kita bisa menjangkau orang-orang di sekitar kita dan terus menguatkan mereka sehingga merekapun boleh membawa orang lain kepada Kristus.  Jikalau gereja secara konsisten mengikuti nasihat ini, maka akan berkembang secara geografis dan pengajaran akan diberikan dengan baik.  Orang – orang percaya akan mengajar orang lain dan mengutus mereka, untuk mengajar orang lain lagi.  Para murid perlu diperlengkapi untuk menyebarkan iman mereka; pekerjaan kita tidak akan selesai hingga orang-orang percaya yang baru mampu memuridkan orang lain (lihat Efesus 4:12,13.  Ayat pembanding: 2 Timotius 2:2-2. Timotius 1:13 Sebagaimana Timotius berkotbah dan mengajar, ia juga menghadapi penderitaan, tetapi ia haru ssanggup menanggungnya.  Paulus menggunakan perbandingan prajurit, atlit dan petani yang harus mendisiplin diri mereka sendiri dan memiliki keinginan untuk berkorban demi untuk meraih apa yang mereka inginkan. 


Ada tiga ilustrasi yang sedang dibicarakan oleh Paulus untuk mengajarkan kepada Timotius mengenai terus tekum menjalani panggilan sebagai Murid Kristus, yaitu:

  1. Prajurit
Fokus pada perintah sekalipun menderita
2 Timotius 2:14
 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.  Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.  (prajurit yang membangun jembatan)


  1. Olahragawan
Disiplin dan mengikuti aturan main
2 Timotius 2:5
Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
Sebagaimana seorang atlit,  kita pun harus berlatih keras dan mengikuti aturan main yang ada. (Atlit Hockey PON)

  1. Petani
Ketekunan
2 Timotius 2:6
Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 
Sebagaimana seorang petani, kita harus bekerja dengan keras dan bersabar.  Tetapi, kita tetap maju sekalipun mengalami penderitaan, karena ada pengharapan untuk menang, dan menuai.  Kita akan melihat bahwa penderitaan kita tidak sebanding dengan saat ketika kita menerima tujuan kita yaitu untuk memuliakan Tuhan, memenangkan jiwa bagi Kristus, dan suatu ketika hidup kekal bersama dengan Tuhan di sorga.  (proses menanam padi) à Usaha orang tua untuk  memuridkan ananya, bukan hanya pekerjaan untuk menghasilkan uang namun juga teladan untuk dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.


Hal kedua yang dimiliki oleh pengikut Kristus adalah bahwa ia dikuatkan terus menerus oleh kasih karunia dan pengharapan di dalam Kristus. 

2 Timotius 2:1 menjelaskan bagaimana seseorang boleh menjadi seorang pengikut Kristus.  Yaitu ketika ia setia dan terus kuat untuk percaya dan mempercayai Kristus ndalam segala keadaan.  Menjadi pengikut Kristus kita memiliki jaminan akan kebahagiaan di dalam Kristus namun sejalan dengan itu juga Paulus menjelaskan bahwa ada penderitaan juga yang harus ditanggung.  Itu merupakan satu paket yang kita terima saat kita menjadi pengikut Kristus. 

Sejajar dengan teladan Onesiforus, dan berlawanan dengan kegagalan orang lain, maka Paulus menasihati Timotius untuk memperoleh kekuatan di dalam Kristus dan supaya siap menderita kesengsaraan.  Terutama ketika ia harus mengemban tugas pokok, yaitu:
  1. Agar Injil dapat dipercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai.
  2. Agar tujuan Allah dalam memberikan Injil digenapi dalam keselamatan yang kekal dari orang-orang yang dipilih.
Pelaksanaan tugas-tugas ini menuntut ketaatan, kepatuhan, dan kerajinan seperti yang terlihat pada seorang prajurit (ay 3,4), seorang olahragawan (ay 5) dan seorang petani (ay 6).  Tugas-tugas ini mungkin sekali juga menimbulkan penderitaan, sebagaimana dapat disaksikan dalam pengalaman Kristen yang nyata dari Paulus.

Bagaimanakah seseorang dapat menjadi kuat?  Kata “kuat“ yang dipakai disana mengambil bentuk waktu sekarang dan pasif, yang berarti „jadilah dikuatkan terus menerus, oleh apa?  Oleh kasih karunia di dalam Yesus.  Hanya dengan “pertolongan khusus”.  Pertolongan khusus (special favour) itu mengacu kepada anugerah/kasih karunia,  anugerah/kasih karunia Allah yang tidak layak kita terima yang diberikan bagi kita.  Ketika kita diselamatkan oleh anugerah Allah (Efesus 2:8,9), kita harus hidup didalamnya (Kolose 2:6). Hal ini berarti mempercayai Tuhan secara komplit dan mempercayai kekuasaan-Nya juga, dan tidak berusaha hidup bagi Kristus dengan usaha kita sendiri saja.  Menerima dan menggunakan kuasa Kristus.  Ia akan memberikan kepadamu kekuatan untuk melakukan pekerjaan-Nya.  Ayat perbandingan : 2 Timothius 2:1—Efesus 6:10.



LOOK:
Adakah kita sudah menjadi pengikut Kristus yang memuridkan orang lain.
Adakah kita terus menerus menyadari bahwa kekuatan kita bukan karena semangat kita sendiri, melainkan dari kasih karunia Allah, sehingga kita menyadari bahwa waktu yang kita miliki adalah waktu dimana Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk berkarya bagi Dia?


Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikkan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:8.

Manusia Baru

Efesus 4:17-32

Tujuan           
1.      Jemaat memahami perbedaan manusia lama dan manusia baru
2.      Jemaat memahami bahwa Tuhan menghendaki setiap orang percaya untuk terus berjuang hidup mengenakan manusia baru sebagai sebuah proses penyempurnaan yang Allah kehendaki
3.      Jemaat bertekad untuk berjuang hidup bagi Allah.


Kecenderungan alami manusia adalah untuk memikirkan jalan hidup mereka yang seringkali justru berlawanan dengan Allah.  Membuat mereka menjadi seorang yang bingung dan putus asa.

Suatu malam di bulan November tahun 1971, seorang Hamba Tuhan bernama Luis Palau sedang berkotabh di kota Lima, ibukota Peru.  Dalam kerumunan orang banyak itu ada seorang wanita anggota pasukan gerilya dan ia pernah membunuh polisi maupun orang sipil.  Ia mendengar firman Tuhan.  Dan sebelum fajar menyingsing keesokan harinya ia berlutut di sebelah tempat tidurnya, dengan sedikit pengetahuan Alkitab ia menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya.  Hidup wanita ini sepnuhnya telah diubah oleh Kristus.  Sekarang ia sedang mengurus dua ribu anak miskin dengan jalan memberikan makan pagi kepada mereka.  Ia telah membangun sekolah-sekolah untuk mereka di perkampungan miskin di Peru dan memulai beberapa gereja juga.

Ada juga dikisahkan mengenai seorang wanita kaya di Inggris.  Walaupun ia berpendidikan tinggi dan berpengaruh, namun ia dipenuhi ketakutan karena aliran sesat dan akan kemat8ina.  Sekarang ia hidup dengan damai sejahtera dan bebas dari rasa takut.  Kepercayaannya kepada Kristus telah mengubahnya seperti ini.   Kini ia sedang menuntun banyak orang lain datang kepada Tuhan Yesus di daerah-daerah miskin di Amerika Latin ataupun di kalangan orang kaya di Inggris. 

Kedua wanita itu ataupun bahkan orang-orang lain di belahan dunia ini, berada di tempat yang berbeda, namun diubah oleh satu PRIBADI—Yesus Kristus, Sang Juruselamat, dan mereka menghasilkan suatu kualitas hidup yang bertolak belakang dengan kehidupan mereka sebelum kenal Kristus.  Mereka yang putus asa. Akhirnya memiliki pengharapan bahkan memiliki kehidupan yang berkualitas mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka.  Karena iman mereka kepada Kristus.  Iman kepada Kristus bukanlah sebuah alat untuk menghibur seseorang di tengah keputusasaan.  Iman kepada Kristus adalah sarana atau alat bagi kita untuk berjumpa dengan Kristus, Sang Pengubah Hidup.

Pertanyaannya adalah: SEPERTI APAKAH SEBENARNYA KEHIDUPAN ORANG KRISTEN ITU?

KEHIDUPAN KRISTEN ADALAH:
1.      HIDUP YANG MENINGGALKAN MANUSIA LAMA (ayat 17-22)
Setiap orang harus mampu melihat perbedaan antara orang percaya dan orang bukan Kristen melalui cara hidup orang  Kristen yang memamng berbeda.  Efesus 5:8 menyebutkan bahwa “memang dahulu kita adalah kegelapan, namun saat ini kita adalah anak-anak terang di dalam Tuhan.”   Paulus berkata kepada orang Efesus untuk menanggalkan manusia lama, karena mereka saat ini adalah pengikut Kristus.  Menjalani kehidupan Kristen adalah sebuah proses.  Yaitu sebuah proses untuk meninggalkan manusia lama, yang: dikuasai oleh hawa nafsu.  Yaitu keinginan  untuk memuaskan segala kemauan kita tanpa peduli apa pun caranya.  Keinginan diri yang tidak pernah puas dan selalu menginginkan lebih.

2.      HIDUP YANG DIKENDALIKAN ALLAH (ayat 23)
Sejak kita mengambil keputusan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita telah menjadi bagian di dalam tubuh Kristus.  Dimana Kristus adalah kepala yang mengendalikan setiap orang percaya pada bagiannya masing-masing untuk hidup bagi Allah.  Roh Allah tinggal dalam diri kita.  Sejak saat itu tidak ada lagi kehidupan yang dijalani tanpa Allah.  Kristus memimpin hidup kita dan menguasai seluruh hidup kita.   Inilah sebenarnya yang dibentuk oleh klahiran kembali atau pengudusan.
Ada dua aspek yang tidak terpisahkan dan dikaitkan oleh pertobatan, yaitu: mematikan manusia lama dan mengambiul bagian dalam kehidupan baru.  Keduanya secara langsung berasal dari kesatuan dengan Kristus.  Dan hal ini bukan mudah-mudahan, namun kenyataan, bahwa orang percaya adalah manusia baru yang dikendalikan oleh Kristus.  Bagaimana agar kehidupan kita dikendalikan oleh Kristus?   Kita butuh berjumpa dengan-Nya tiap hari melalui firman-Nya. 
Ilustrasi:
Seorang kakek bernama Ben adalah seorang Kristen yang penuh hikmat.  Setiap pagi sebelum memulai pekerjaannya, dia selalu membaca Alkitab.  Cucunya yang bernama Jack mencoba meniru teladannya.  Namun setelah beberapa waktu, Sang Cucu bertanya pada kakeknya,”Kek, aku sudah mencoba membaca Alkitab setiap hari tetapi seringkali aku tidak mengerti.  Dan, apa sih gunanya membaca Alkitab setiap hari?”

Dengan tenang Kakek Ben mengambil keranjang arang yang terbuat dari dari rotan (dnegan anyaman yang  tidak terlalu rapat).  Ia berkata,”Cucuku, bawalah keranjang ini ke sungai dan penuhilah dengan air, lalu angkatlah kemari.”  Jack agak ragu, namun ia tetap melaksanakannya.  Ternyata air dalam keranjang itu habis menetes sebelum ia tiba di depan Kakek.  “Aduh, Kakek, airnya habis menetes dari antara lubang-lubang ini,” kata Jack dengan suara lemas. “Kalau begitu cobalah lari dengan lebih kencang,”jawab kakeknya dengan tersenyum ramah.  Jack mengulanginya lagi dnegan lebih cepat.  Dengan terangah-engah ia tiba di depan Kakeknya, namun air dalam keranjang itu tetap tidak tersisa.  “Kek, airnya tetap habis terbuang menetes dari lubang-lubang yang ada.”  Percuma saja usaha ini!” kata Jack sambil mengelap keringatnya.
“Oh, jadi kamu pikir ini percuma?” tanya Kakek Ben sambil menpuk bahu Jack.  “Coba kamu perhatikan keranjang itu! Kini telah bersih dari kotorang arang yang hitam di bagian dalam danluarnya,”  lanjut Kakek dengan suara berwibawa dan mantap.

Saat kita belajar firman Tuhan, mungkin ada bagian yang tidak kita pahami, namun pelahan-lahan namun pasti firman Tuhan mengubah diri kita menjadi bersih.  Mengarahkan pemikiran dan hati kita, sehingga ada suatu standar hidup yang tertanam dalam hati kita yang tanpa kita sadari Roh Kudus telah lakuakn saat kita belajar kebenaran firman Tuhan.

3.      HIDUP YANG MENGENAKAN MANUSIA BARU (ayat 24-32)
Ayat 24 (LAI) : dan mengenakan manusia baru , yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Ayat 24 (NIV): and to put on the new self, created  to be like God in true righteousness and holiness.

Manusia baru adalah manusia yang memiliki kualitas karakter seperti yang Allah kehendaki, bukan apa yang diri sendiri kehendaki.  Diciptakan serupa Allah.  Manusia baru adalah pemulihan gambar Allah di dalam diri kita.  Salah satu tafsiran Efesus 4:24 mengatakan demikian,” Adam telah diciptakan menurut gambar Allah agar dia bisa menghadirkan kebaikan Allah seperti dalam sebuah cermin, tetapi karena gamba ritu telah dirusak oleh dosa, gambar itu sekarang harus dipulihkan dalam Kristus.  Kelahiran kembali orang beriman sebagai manusia baru adalah PEMULIHAN GAMBAR ALLAH di dalam diri mereka.

Kita adlah orang berdosa, yang dikuduskan secara progresif (terus menerus).  Pemulihan ini tidak akan selesai dalam waktu satu menit, atau satu hari, atau satu tahu; tetapi Allah menghapus kerusakan kaum pilihan-Nya dalam rentetan waktu yang berkesinambungan, sidikit demi sedikit untuk menjadikan kita Bait yang sesuai bagi DIRI ALLAH SENDIRI.  Allah tidak pernah berhenti untuk terus menguduskan kita.  Meskipun dosa masih berdiam di dalam diri kita, dosa itu tidak lagi memiliki kuasa untuk mengendalikan kita.  Dengan kekuatan Allah kita mampu mengalahkan dosa.

Minimal ada 3 kualitas penting yang ada di dalam diri manusia baru
A.  Kebenaran, yaitu:
·         Memegang kebenaran Allah
·         Memiliki komitmen pada kebenaran Allah
·         Menentang dosa
Contoh praktis dalam Efesus 4:
i)        Marah dengan benar, yaitu:
Alasannya benar: bukan supaya menang sendniri, namun karena ada yang melanggar aturan main Allah
Caranya benar: tidak lebih dari satu hari
Tidak berbuat dosa: menimbulkan kejahatan
ii)       Berkata benar, yaitu: perkataan tidak dikurangi maupun ditambah serta disampaikan dengan motivasi benar dan tidak untuk menjatuhkan orang lain.
iii)     Bekerja dnegan benar, yaitu: tidak mencuri, tidak mengambil keuntungan lebih daripada yang seharusnya, supaya hasil yang diperoleh dengan cara benar dapat dipergunakan untuk memberkati orang lain.  Cara yang bekerja yang salah (mencuri/korupsi) tidak dapat dibenarkan sekalipun tujuannya baik (untuk menolong rakyat miskin).

B.   Kesucian
·         Berdasarkan kesucian Allah : tidak ada noda/cela/dosa/cacat/terpisah dari segala kenajisan.
·         Komitmen untuk melakukannya
·         Disiplin dalam setiap pengambilan keputusan.
Contoh praktis:
Ayat 29: Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, pakailah perkaatn yang membangun.

C.  Kerendahan Hati (bukan kehendak saya melainkan kehendak Allah).
Kerendahan hati adalahsebuah karkater yang dibangun berdasarkan dua hal, yaitu:
·         Memilih untuk menyadari dan mengakui bahwa apa yang kita miliki adalah dari Allah.
·         Memilih untuk taat kepada otoritas moral yang lebih tinggi.
Otoritas Allah menempatkan kita pada tempat  maupun posisi yang tidak bisa kita pilih.  Kita lahir dalam sebuah keluarga yang tidak bisa kita pilih, dalam suku dan bangsa yang tidak bisa kita pilih.  Tetapi jika Allah mengijinkannya berarti Ia sedang melakukan sesuatu untuk membentuk kita dalam suatu situasi tetentu.
Contoh Yohanes 9:3: orang buta yang disembuhkan oleh Yesus.  Banyak orang bertanya mengapa ia buta.  Jawaban Yesus saat itu adalah supaya pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dirinya.  Ada  kesulitan yang kita rasakan namun membiarkan Allah mengerjakan sesuatu tanpa kita berusaha untuk berontak kepada Allah.
Contoh praktis: membuang segala kepahitan dan kegeraman (ayat 31) dengan keramahan dan pengampuan (ayat 32).
 Namun seringkali manusia berjuang demi reputasi dan bukan demi karakter.  Demi apa yang dilihat orang dan bukan demi apa yang Tuhan mau.
Peliharlaah karakter dan integritas Anda maka Tuhan akan menjaga reputasi Anda. Karakter adalah esensi sesungguhnya yang ada di dalam diri seseorang dan ini menentukan integritasnya.  Sedangkan reputasi adalah apa yang orang lain pikirkan tentang orang itu.  Ada kalanya orang lebih terpaku pada reputasi, namun Allah lebih peduli pada karakter dan integritas.

Maukah kita berjuang menjalani kehidupan Kristen sebagaimana yang Allah kehendaki, yaitu:
1.      Hidup  yang meninggalkan manusia lama
2.      Hidup yang dikendalikan Allah
3.      Hidup yang mengenakan manusia baru, yang adil, suci, dan rendah hati.
Kiranya Tuhan menolong kita...